Komponen APIK

Untuk mencapai tujuan, dalam implementasinya USAID APIK terdiri dari lima komponen tugas yang terdiri dari: 

  • Komponen 1: Integrasi Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke dalam Kebijakan dan Koordinasi Tingkat Nasional

Icon APIK-07_1.png

Pada komponen 1, USAID APIK mengaplikasikan strategi adaptasi pembangunan untuk meningkatkan kesadaran pemerintah nasional akan risiko terhadap tujuan pembangunan dari perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi dan memperkuat respon pemerintah dengan mengarusutamakan pendekatan API/ PRB. Secara spesifik, USAID APIK bekerja dengan dan melalui Sekretariat Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN API) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) untuk meningkatkan profil RAN API dan mendukung kementerian dalam implementasi. USAID APIK juga bekerja dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB) untuk mengakselerasi pemahaman isu iklim/ cuaca dan integrasinya ke dalam agenda API PRB, dan bekerja dengan Indonesia Climate Alliance (ICA), organisasi non pemerintah lainnya yang fokus pada isu adaptasi iklim, serta kelompok kerja antar pemerintah untuk memperkuat koordinasi horizontal API dan PRB dan berbagi pembelajaran dari kegiatan Komponen 1 antara kementerian dan institusi pemerintah. 

  • Komponen 2: Meningkatkakan Ketangguhan Masyarakat dan Pemerintah Lokal terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam terkait Iklim

Icon APIK-08_1.png

Di bawah Komponen 2, USAID APIK akan fokus pada peningkatan kapasitas pemerintah lokal dan masyarakat lokal, dengan menggunakan "celah pintu masuk" kelompok kerja serta pemetaan kerentanan berbasis masyarakat untuk mengumpulkan para stakeholder dan memfasilitasi perencanaan serta aksi yang memperkuat ketangguhan bentang lahan, sosial ekonomi, dan kelembagaan. Terlebih lagi, intervensi berdasarkan lokasi yang dilakukan di Komponen 2 terhubung dengan penguatan di tingkat nasional (Komponen 1), informasi iklim dan cuaca (Komponen 3), dan pelibatan sektor swasta terkait risiko iklim dan bencana (Komponen 4). 

  • Komponen 3: Penguatan Layanan Informasi Iklim dan Cuaca 

Icon APIK-09_1.png

Komponen 3 fokus pada pengumpulan, pengemasan, serta diseminasi layanan informasi cuaca dan iklim. Sistem informasi cuaca dan iklim yang lebih baik sangatlah penting untuk mengembangkan ketangguhan berbasis lokasi di seluruh kepulauan, menyelamatkan masyarakat dan mencegah korban jiwa (pengurangan risiko bencana) dan juga mendukung investasi publik dan perencanaan yang lebih baik untuk jangka menengah dan panjang (adaptasi perubahan iklim). Adanya informasi yang lebih baik bukan merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai tetapi juga berhubungan dengan peningkatan kapasitas institusi (Komponen 1 dan Komponen 2), program pro masyarakat miskin untuk penghidupan yang berkelanjutan (Komponen 2 dan Komponen 4), serta pengelolaaan ekosistem lintas batas (Komponen 2). 

  • Komponen 4: Penyadartahuan serta Peningkatan Kapasitas untuk Sektor Swasta 

Icon APIK-10_1.png

Strategi komponen 4 USAID APIK menekankan pada pelibatan serta mobilisasi dari asosiasi dan jaringan bisnis yang juga menghadapi risiko yang sama di sektor ekonomi, seperti industri perikanan di Kepulauan Maluku atau produksi coklat dan padi di Sulawesi Tenggara. APIK akan mendukung partisipasi bisnis dalam mengembangkan strategi serta investasi yang memperkuat ketangguhan lokal terhadap risiko iklim dan bencana serta memfasilitasi agar sektor bisnis dapat mengakses layanan informasi cuaca dan iklim. Selain itu, melalui skema Dana Ketangguhan USAID APIK akan mendorong keterlibatan sektor swasta dalam inisiatif proyek dan mengembangkan produk, teknologi, dan proses yang dapat digunakan oleh masyarakat dan keluarga untuk memperkuat ketangguhan iklim lokal. 

  • Komponen 5: Koordinasi dan Dokumentasi Proyek

Icon APIK-11_1.png

Komponen 5 menekankan pada pendokumentasian dan diseminasi kesuksesan API PRB, serta pentingnya koordinasi antara banyaknya organisasi yang bekerja di sektor perubahan iklim dan kesiapsiagaan bencana, termasuk pemerintah Indonesia, komunitas donor, serta proyek USAID lainnya. Untuk itu, APIK akan memfasilitasi pertemuan, mendokumentasikan praktik baik yang berhasil, serta berbagi pembelajaran dari kesuksesan model implementasi API PRB dari pengalaman program.