Menyebar Benih Ketangguhan untuk Generasi Mendatang

Untuk menjangkau generasi muda di Kota Ambon dan meningkatkan kesadaran mereka mengenai adaptasi perubahan iklim, program USAID APIK dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Provinsi Maluku, kelompok kerja pemerintah lokal, menyelenggarakan kegiatan "Gubernur Mengajar". Pada acara tersebut, Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff menekankan pentingnya kesadaran akan perubahan iklim. Provinsi Maluku merupakan kepulauan dengan ribuan pulau kecil yang terletak di timur Indonesia dengan skor risiko yang tinggi. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, terdapat 12 risiko bencana antara lain banjir, banjir bandang, gelombang ekstrem dan erosi pantai, kekeringan, badai, dan tanah longsor yang sering terjadi di Maluku. 

Gubernur Mengajar_0.jpg
Peserta kegiatan Gubernur Mengajar memberikan respon sementara Gubernur Maluku, Said Assagaff (duduk di kiri depan) tengah mencatat.

Menghadapi tantangan tersebut, Gubernur Assagaff menyadari peran penting dari generasi muda dalam mengurangi risiko bencana dan menyebarluaskan pesan terkait strategi adaptasi perubahan iklim. Beliau mengatakan, "Penting untuk mengintegrasikan isu adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana ke dalam kurikulum dan materi pendidikan di sekolah, karena Maluku memiliki risiko bencana yang tinggi. Saya harap ini bisa diselesaikan pada tahun depan." BPBD, Dinas Pendidikan dan Forum PRB menyatakan dukungan serta komitmen mereka untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur. USAID APIK akan mendukung para pihak tersebut.  

Selama kegiatan berlangsung, BPBD berbagi informasi mengenai apa yang generasi muda dapat lakukan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat, misalnya dengan membuat peta risiko bencana di sekolah, membuat prosedur tetap tentang pengelolaan bencana, dan melakukan simulasi bencana serta berbagi informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar mereka. Sebelum kegiatan berlangsung, USAID APIK juga meningkatkan kesadaran mengenai adaptasi perubahan iklim melalui lomba membuat majalah dinding (mading). Lebih dari 800 murid dari 36 sekolah berpartisipasi dalam kegiatan Gubernur Mengajar dan sembilan sekolah berpartisipasi dalam lomba mading. 

Belajar mengenai iklim, apalagi disampaikan oleh orang nomor satu di Maluku [Gubernur Assagaff) asik sekali. Kami sebagai murid dapat memahami iklim dan bagaimana cara mengelola bencana," kata Nandito Topurtawi dari Sekolah Menengah Kejuruan 3 Ambon. 

Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif antara USAID APIK dan Forum PRB Provinsi Maluku, lembaga pemerintah provinsi, serta Badan Usaha Milik Negara Pelindo. USAID APIK percaya bahwa partisipasi dan kontribusi dari berbagai pihak merupakan hal yang penting karena kerja-kerja untuk meningkatkan ketangguhan tidak dapat dilakukan sendirian. 

Anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap perubahan iklim dan bencana terkait cuaca dan iklim. Namun, ketika diberdayakan, mereka memiliki peran penting untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat. Generasi muda saat ini terutama akan terkena dampak perubahan iklim dengan banjir dan kekeringan yang intensitasnya lebih kuat, serta cuaca ekstrem yang lebih sering di masa mendatang. Anak-anak hanya akan mendengarkan cerita dari orang tua mereka tentang bagaimana ketika muda mereka masih bisa bermain di pantai karena garis pantai dan pesisir akan segera hilang. Di perkotaan, anak-anak akan mengalami dampak terburuk dari perubahan ikilm dan kerusakan lingkungan, dan dengan bertumbuhnya populasi perkotaan, skala permasalahan ini akan semakin besar. 

Dengan berbagai kekhawatiran tersebut, hanya segelintir kebijakan dan rencana di bidang iklim yang secara spesifik menjawab kebutuhan anak-anak dan generasi muda. Untuk mengatasi kesenjangan ini, USAID APIK juga menggandeng pemuda di Kota Malang dalam perayaan Hari Meteorologi Sedunia yang jatuh pada 23 Maret. Dalam acara ini, para siswa belajar mengenai sumber informasi prakiraan cuaca, Info BMKG  untuk menerima dan berbagi informasi serta mempersiapkan diri dalam menghadapi cuaca ekstrem. USAID APIK telah mengadakan beberapa kegiatan yang melibatkan pemuda dan akan terus bekerja berkolaborasi dengan pemerintah lokal serta mitra lainnya. 

Ketika generasi mendatang dilengkapi dengan pemahaman akan risiko bencana dan dapat dengan mudah mengakses informasi cuaca, kami percaya mereka akan lebih siap dalam menghadapi bencana dan menjadi lebih tangguh. Mereka juga dapat menjadi pembawa pesan dan berbagai keterampilan serta pemahaman kepada teman-teman dan orang tua mereka yang mungkin belum terpapar informasi dan teknologi. USAID APIK akan terus bekerja dengan generasi muda karena penting untuk melibatkan mereka dalam upaya membangun ketangguhan masyarakat, terutama untuk mengumpulkan informasi dan mempersiapkan mereka dalam menghadapi dan menanggulangi bencana.