Dana Ketangguhan

Icon APIK-12_1.png

Dana Ketangguhan merupakan komponen penting dalam proyek APIK. Dana ini digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang membangun ketangguhan iklim dan bencana dan bermitra dengan masyarakat, pemerintah, serta sektor swasta. Melalui dana ini partisipasi dan kolaborasi antara organisasi lokal dengan pihak swasta yang memicu inovasi produk-produk dan layanan baru. Dana ini akan disalurkan melalui skema dana hibah atau subkontrak yang mendukung kegiatan organisasi non-pemerintah, organisasi masyarakat sipil, lembaga penelitian/ universitasi, dan investasi gabungan dengan sektor swasta dalam upaya pengurangan risiko bencana dan iklim.


    Saat ini, kesempatan pendanaan program terbuka melalui skema Dana Ketangguhan. Program USAID APIK mencari mitra organisasi di Indonesia untuk mendukung upaya penguatan pemerintah lokal dan ketangguhan masyarakat dalam kerangka adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di Provinsi Maluku. Program USAID APIK melalui Dana Ketangguhan akan memperkuat ketangguhan pemerintah lokal, masyarakat, dan sektor swasta dalam menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana terkait iklim. Program USAID APIK akan bekerja dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), universitas, dan/ atau bentuk organisasi lainnya yang memenuhi kriteria dan persyaratan. Di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan, tim APIK telah memfasilitasi para pemangku kepentingan melalui Kelompok Kerja Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (Pokja API PRB) untuk memilih desa sebagai lokasi target untuk mengimplementasikan aksi API PRB berbasis masyarakat. 

    Pengumuman Kesempatan Pendanaan

    Saat ini kami membuka kesempatan pendanaan dan mencari mitra organisasi untuk bekerja bersama membangun ketangguhan di Provinsi Maluku. Kami menunggu pengajuan program Anda hingga 5 Januari 2018.

    Informasi lebih detil mengenai kesempatan pendanaan di Provinsi Maluku dapat diunduh melalui tautan berikut ini.

    Informasi lebih detil mengenai cara organisasi untuk mendapatkan nomor DUNS dapat dibaca di tautan berikut ini.

    Kami mohon maaf informasi mengenai kesempatan pendanaan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. 

    Untuk mengetahui informasi terbaru mengenai peluang pendanaan, pastikan Anda sudah berlangganan newsletter kami atau terhubung dengan kami di media sosial. 

    Pertanyaan terkait Dana Ketangguhan dapat dikirimkan melalui surat elektronik ke APIK_ResilienceFund@dai.com.

    Kesempatan Pendanaan yang Telah Berakhir

    Informasi mengenai Dana Ketangguhan di Provinsi Sulawesi Tenggara periode sebelumnya (RFA 001) dapat dilihat melalui tautan berikut ini.

    Informasi mengenai Dana Ketangguhan di Provinsi Maluku periode sebelumnya (RFA 002) dapat dilihat melalui tautan berikut ini.

    Informasi mengenai Dana Ketangguhan di Provinsi Jawa Timur periode sebelumnya (RFA 003) dapat dilihat melalui tautan berikut ini. 

    Informasi lebih detil mengenai kesempatan pendanaan di Provinsi Sulawesi Tenggara periode sebelumnya (RFA 005) dapat diunduh melalui tautan berikut ini. 

    Informasi lebih detil mengenai kesempatan pendanaan di Provinsi Jawa Timur periode sebelumnya (RFA 006) dapat diunduh melalui tautan berikut ini. 


    Beberapa program yang diimplementasikan melalui skema Dana Ketangguhan adalah: 

    1. Pengarusutamaan Adaptasi Perubahan Iklim (API) dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) pada Penyusunan Kebijakan dan Perencanaan di Kabupaten Malang 

    Program ini diimplementasikan oleh PATTIRO. Tujuan dari program ini adalah:

    • Meningkatnya kapasitas dan kesadaran masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Kabupaten Malang mengenai API dan PRB dan diakomodir dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa;
    • Meningkatnya kapasitas dan kewenangan Pemerintah Desa di DAS Brantas, Kabupaten Malang, dalam mengalokasikan sumber daya untuk API PRB;
    • Pemerintah Kabupaten Malang merespon kebutuhan kebijakan untuk kewenangan desa di API PRB. 

    2. Mengelola Perikanan Berkelanjutan di Teluk Starring melalui Integrasi Rumpon dan Teknologi Bio-reeftech yang berbasis Kelompok Kerja Masyarakat untuk Perbaikan Kesejahteraan dan Konservasi 

    Program ini diimplementasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Universitas Halu Oleo (LPPM UHO). Tujuan dari program ini adalah untuk: 

    • Memperbaiki mata pencaharian masyarakat lokal melalui aplikasi rumpon dan teknologi baru bio-reeftech sebagai pendekatan adaptasi perubahan iklim di Teluk Starring; 
    • Memperkenalkan inovasi rumpon laut dangkal dan bio-reeftech yang dikelola oleh kelompok kerja masyarakat (PokJaMas); 
    • Memberdayakan masyarakat lokal melalui kelompok kerja masyarakat (PokJaMas);
    • Mengembangkan Teluk Starring sebagai area penangkapan ikan yang baru, area pemijahan dan pembibitan secara berkelanjutan sebagai "bank ikan".

    3. Memperbaiki dan Menggunakan Kearifan Lokal untuk Membangun Ketangguhan Iklim di Ambon 

    Program ini diimplementasikan oleh Yayasan Walang Perempuan. Program ini akan diimplementasikan di enam desa (negeri), yaitu Negeri Soya, Negeri Leahari, Negeri Paso, Negeri Lima, Negeri Hatiwe Besar, dan Negeri Alang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan membangun ketangguhan masyarakat melalui pelatihan, menyusun peraturan desa mengenai kearifan lokal Sasi, dan merancang rencana kerja untuk membangun ketangguhan masyarakat, serta mengadvokasikan anggaran untu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa. Tujuan dari program ini adalah untuk: 

    • Mengkaji kerentanan dan kapasitas melalui metode partisipatif di tingkat desa
    • Mendokumentasikan dan melengkapi kearifan lokal mengenai pola iklim dan cuaca
    • Mendorong adopsi hasil kajian kerentanan dan kapasitas ke dalam peraturan dan perencanaan oleh pemerintah desa

    4. Meningkatkan Ketangguhan Masyarakat di Kabupaten Konawe Selatan 

    Program ini diimplementasikan oleh Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia dengan area kerja di tiga desa yaitu Desa Awunio, Desa Rumba-rumba, dan Desa Batu Jaya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat melalui:

    • Kajian kerentanan/ penilaian risiko bencana partisipatif
    • Pembentukan dan penguatan Kelompok Masyarakat Tangguh Bencana 
    • Penguatan kebijakan dan perencanaan yang responsif terhadap risiko bencana dan iklim
    • Pelatihan, pemasangan, dan pemantauan penggunaan papan informasi cuaca dan iklim
    • Peningkatan kapasitas masyarakat untuk rehabilitasi ekosistem bakau

    Periode program ini akan berakhir pada 24 Agustus 2018. 

    5. Pengarusutamaan Ketangguhan berbasis Lokasi ke dalam Perencanaan Kebijakan di Desa Semen dan Kelurahan Sutojoayan dan Pembuatan Kebijakan di Kabupaten Blitar 

    Program ini merupakan sebuah program replikasi-modifikasi dari program sebelumnya yang diimplementasikan oleh organisasi adovkasi dan riset, PATTIRO di Kabupaten Malang. Program ini menekankan pada dua aspek yaitu untuk meneruskan program strategis pengarusutamaan agenda ketangguhan berbasis lokasi ke dalam perencanaan pembangunan dan kebijakan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lokal/ perkotaan dan pemerintah kabupaten; dan untuk memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan serta keterampilan untuk menggunakan teknologi aplikatif sebagai bagian dari bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim. 

    Kegiatan program ini antara lain: 

    • Kajian kerentanan menggunakan alat Penilaian Desa Partisipatif (Participatory Rural Appraisal atau PRA)
    • Peningkatan kapasitas untuk ketangguhan masyarakat
    • Membentuk forum ketangguhan 
    • Menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan  Kelurahan untuk peningkatan ketangguhan berbasis lokasi
    • Pelatihan mengenai pengelolaan bencana
    • Penyusunan dan penyebaran lembar kebijakan 
    • Analisa Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang responsif terhadap ketangguhan berbasis lokasi
    • Seminar untuk mendiseminasikan pembelajaran program di tingkat kabupaten

    6. Membangun Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana Berbasis Lanskap di Daerah Aliran Sungai Wanggu 

    Program ini diimplementasikan oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Pesisir dan Pedalaman (LePMIL) di Provinsi Sulawesi Tenggara, lebih tepatnya di Desa Matawolasi dan Lamokula, Kelurahan Poasia, Baruga, dan Lapulu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, mengintegrasikan aksi adaptasi dan upaya peningkatan ketangguhan pemerintah lokal beserta masyarakat dengan menggunakan pendekatan lanskap. Dua desa di Konawe Selatan memiliki risiko longsor yang tinggi, terutama pada saat musim penghujan. Sementara itu, tiga desa di Kendari rentan terhadap banjir. LePMIL bekerja di lima desa tersebut untuk merehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui kerja sama dengan beberapa para pemangku kepentingan utama, seperti Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Dinas Kehutanan, termasuk advokasi untuk perencanaan dan penganggaran di tingkat desa dan pemerintah kabupaten/ kota.