Publikasi

  • Lembar Fakta Desa Tulungredjo

    USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) berupaya meningkatkan ketangguhan masyarakat desa terhadap perubahan iklim dan risiko bencana, melalui proyek pertanian cerdas iklim yang melibatkan inovasi. Melalui skema dana ketangguhan, USAID APIK memberikan hibah kepada Pusat Kajian Teknologi Terapan Universitas Islam Raden Rahmat Malang, untuk membuat kegiatan bersama petani dalam menerapkan teknologi drip irrigation untuk tanaman sayur.

  • Newsletter Regional Maluku Edisi IV

    Newsletter edisi keempat ini memuat berbagai kegiatan-kegiatan program USAID APIK yang berlangsung di Maluku dari Oktober hingga Desember 2017. Di periode ini, program USAID APIK di Maluku berhasil menyelesaikan dokumen Kajian Risiko Bencana dan Rencana Aksi Komunitas untuk Ketangguhan di 12 negeri dampingan program USAID APIK di Provinsi Maluku, yaitu Negeri Allang, Negeri Hative Besar, Negeri Leahari, Negeri Morella, Negeri Lima, Negeri Passo, Negeri Soya, Negeri Siri Sori Islam, Negeri Haruku, Negeri Wassu, Negeri Ihamhu, Negeri Ameth. Kajian Risiko Bencana (KRB) berisikan informasi potensi dampak, tingkat ancaman, kapasitas masyarakat, tingkat kerentanan, dan tingkat risiko bencana khususnya terkait dengan hidrometeorologi. Informasi ini berguna untuk menyusun rencana beradaptasi dengan bencana yang berpotensi terjadi di negeri, yaitu Rencana Aksi Komunitas untuk Ketangguhan.

  • Panduan Fasilitator Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran API-PRB yang Responsif Gender

    Panduan ini disusun berdasarkan Pedoman Teknis Adaptasi Perubahan Iklim yang Responsif Gender di Daerah yang disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan diskusi yang diselenggarakan oleh USAID APIK di Jakarta pada September 2017. Diskusi ini dihadiri oleh organisasi non-pemerintah yang bekerja untuk isu adaptasi perubahan iklim (API), pengurangan risiko bencana (PRB), dan perempuan.
  • Penilaian Ketangguhan Kota Kendari

    Penilaian ketangguhan Kota Kendari bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kapasitas kota dalam hal ini pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas pengurangan resiko bencana maupun penanggulangan bencana, khususnya bencana banjir yang kerap terjadi di Kota Kendari. Perangkat pengukuran dan penilaian Ketangguhan Bencana Pemerintah Daerah dikembangkan berdasarkan “ 10 (Sepuluh Langkah Mendasar) dalam membangun Kota Tangguh atau yang dikenal dengan scorecard yang diturunkan dari Kerangka Pengurangan Resiko Bencana (PRB) global dan 71 Indikator yang diturunkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS PB) tahun 2015-2019. Penilaian ketangguhan di Kota Kendari dilaksanakan melalui dua lokakarya. Dari lokakarya tersebut telah diperoleh hasil penilaian dari 10 Langkah Mendasar dan 71 indikator Ketahanan Daerah terhadap bencana. 

  • Laporan Penilaian Layanan Informasi Cuaca dan Iklim

    Penilaian Layanan Informasi Cuaca dan Iklim bertujuan untuk memahami lebih dalam mengenai kapasitas serta kebutuhan para pemangku kepentingan di Indonesia dalam mengumpulkan, menyediakan, dan menggunakan informasi cuaca dan iklim. Laporan penilaian ini menjadi dasar untuk penyusunan Peta Jalan Layanan Informasi Cuca dan Iklim yang memuat dengan detil bagaimana program USAID APIK akan memperbaiki pengembangan layanan informasi cuaca dan iklim, penyediaan dan penyerapan informasi melalui cara-cara strategis.

    Kami mohon maaf laporan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. 

  • Laporan Akhir Tahun 2

    *Kami mohon maaf laporan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris.

    Laporan Akhir Tahun 2 periode Oktober 2016 hingga September 2017.

  • Laporan Kajian Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara

    Inilah hasil identifikasi dan kajian peraturan perundangan terkait risiko bencana dan iklim di Provinsi Sulawesi Tenggara. Melalui kajian ini, diharapkan para pemangku kepentingan mendapatkan gambaran urgensi adanya Peraturan Daerah untuk mengatasi risiko bencana dan iklim.

  • Penilaian Ketangguhan Kota Ambon

    Penilaian ketangguhan Kota Ambon bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kapasitas Kota dalam hal ini pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas pengurangan resiko bencana maupun penanggulangan bencana, khususnya bencana banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi di Kota Ambon. Perangkat pengukuran dan penilaian Ketangguhan Bencana Pemerintah Daerah dikembangkan berdasarkan “ 10 (Sepuluh Langkah Mendasar) dalam membangun Kota Tangguh atau yang dikenal dengan scorecard yang diturunkan dari Kerangka Pengurangan Resiko Bencana (PRB) global dan 71 Indikator yang diturunkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS PB) tahun 2015-2019. Penilaian ketangguhan di Kota Ambon dilaksanakan melalui dua lokakarya. Dari lokakarya tersebut telah diperoleh hasil penilaian dari 10 Langkah Mendasar dan 71 indikator Ketahanan Daerah terhadap bencana. 

  • Laporan Penilaian Ketangguhan Kabupaten Maluku Tengah

    Penilaian ketangguhan Kabupaten Maluku Tengah bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kapasitas Kota dalam hal ini pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas pengurangan resiko bencana maupun penanggulangan bencana. Perangkat pengukuran dan penilaian Ketangguhan Bencana Pemerintah Daerah dikembangkan berdasarkan “ 10 (Sepuluh Langkah Mendasar) dalam membangun Kota Tangguh atau yang dikenal dengan scorecard yang diturunkan dari Kerangka Pengurangan Resiko Bencana (PRB) global dan 71 Indikator yang diturunkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS PB) tahun 2015-2019. Penilaian ketangguhan di Kota Ambon dilaksanakan melalui dua lokakarya. Dari lokakarya tersebut telah diperoleh hasil penilaian dari 10 Langkah Mendasar dan 71 indikator Ketahanan Daerah terhadap bencana. 

  • Laporan Penilaian Ketangguhan Kabupaten Kepulauan Aru

    Penilaian Ketangguhan Kabupaten Kepulauan Aru ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kapasitas Kabupaten Kepulauan Aru mulai dari pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas pengurangan risiko bencana maupun penanggulangan bencana, khususnya bencana gelombang tinggi dan abrasi yang kerap terjadi serta potensi-potensi bencana lainnya di Kabupaten Kepulauan Aru.