USAID dan Pemerintah Maluku Bergandengan Tangan Membangun Ketangguhan terhadap Risiko Bencana dan Iklim

Ambon, 28 November 2017. Bertempat di kantor Wakil Gubernur Provinsi Maluku, pagi ini Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) secara resmi menyerahkan dokumen studi dan kajian yang dilakukan secara partisipatif kepada Wakil Gubernur Maluku, Walikota Ambon, Bupati Maluku Tengah, dan Bupati Kepulauan Aru. Pertemuan sekaligus kesempatan untuk secara langsung menyerahkan dokumen ini menjadi symbol kemitraan yang kuat antara USAID melalui program Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) dengan pemerintah Maluku mulai dari tingkat provinsi, kota/ kabupaten, hingga negeri.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Maluku termasuk dalam indeks risiko tinggi dengan banyaknya bencana terkait cuaca yang melanda mulai dari angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, dengan karakteristik kepulauan yang lebih dari 90% areanya terdiri dari lautan dan 1.340 pulau-pulau, abrasi dan gelombang tinggi mengancam kehidupan masyarakat yang tinggal di pesisir. Di saat yang bersamaan, komoditas cengkeh dan pala yang membawa Maluku pada masa jayanya dan dikenal sebagai Pulau Rempah-rempah produktivitasnya turun hingga berada di bawah angka produksi tingkat nasional sebagai dampak dari fenomena El Nino dan La Nina.

Sejalan dengan visi dan misi pemerintah nasional serta provinsi untuk memprioritaskan pembangunan terkait pnegelolaan sumber daya alam dan area yang rentan bencana, serta sesuai dengan berbagai kebijakan yang sudah ditetapkan untuk meningkatkan ketangguhan di pulau-pulau kecil, USAID APIK memberikan dukungan teknis dan memfasilitasi berbagai studi serta penilaian. Selama dua tahun implementasi program, USAID APIK telah melakukan beberapa kajian dan penilaian partisipatif yang dapat digunakan sebagai landasan awal bagi pemerintah dalam upaya peningkatan ketangguhan. Kajian dan penilaian yang telah dilakukan antara lain: 1) kajian kerentanan dan risiko iklim untuk Provinsi Maluku, dan lanskap Ambon serta Kepulauan Lease; 2) penilaian dampak iklim terhadap komoditas pala dan cengkeh, serta ketersediaan air bersih; dan 3) penilaian ketangguhan di tingkat negeri serta rencana aksi ketangguhan berbasis masyarakat. Tidak hanya memfasilitasi studi dan kajian, USAID APIK juga bekerja bersama masyarakat untuk berbagai program pilot peningkatan ketangguhan seperti restorasi pesisir, penyempurnaan kearifan lokal Nanaku dan Sasi untuk menentukan waktu tanam dan praktik penangkapan ikan.

Pelaksana Direktur Misi USAID Indonesia, Ryan Washburn mengatakan, “USAID sangat senang dapat bermitra dengan Pemerintah Maluku mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/ kota, hingga negeri. Kami berharap melalui dukungan kami, Pemerintah dapat merasakan manfaatnya dan sebagai hasilnya, dapat mempercepat adanya aksi-aksi yang dibutuhkan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat. Masyarakat menjadi yang terdepan dalam menghadapi ancaman dan risiko iklim serta bencana setiap harinya. Mereka tidak dapat menunggu lagi dan tidak memiliki pilihan lain selain menjadi tangguh.”

Studi dan penilaian yang dilakukan menggunakan pendekatan multi pihak dengan berbagai perwakilan terlibat dalam penyusunannya mulai dari pihak pemerintah, akademisi dan ahli, juga perwakilan organisasi masyarakat sipil.

Pada pertemuan tertutup sore sebelumnya dengan Pelaksana Direktur Misi USAID, Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff menyatakan, “Kami berterima kasih untuk dukungan dari USAID dalam membantu memastikan area kita kini lebih baik dan siap dalam menghadapi bencana alam yang mungkin datang berikutnya. Kami berharap kemitraan yang lebih kuat di masa mendatang. Saya juga mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam upaya membangun ketangguhan. Seperti yang kita ketahui bersama, membangun ketangguhan merupakan prioritas, karena dampak dari cuaca ekstrem tidak dapat ditunda. Bukan hal yang mudah memang untuk membangun ketangguhan namun bukan berarti itu hal yang mustahil dicapai selama kita bekerja bersama-sama.”

---

Kontak: Willy Wicaksono – Manajer Regional Program USAID APIK Program Maluku: Willy_Wicaksono@dai.com; 0811-1770-701

Sheila Kartika – Spesialis Komunikasi Program USAID APIK: Sheila_Kartika@dai.com; 0856-887-1996

Catatan Editor:

  • Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) merupakan program berdurasi lima tahun dari Badang Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk membantu Indonesia mengelola risiko bencana dan iklim. APIK bekera memperkuat kapasitas Pemerintah Indonesia di tingkat nasional, provinsi hingga tingkat lokal. Dengan menggunakan pendekatan lanskap, APIK juga bekerja langsung dengan masyarakat dan sektor bisnis agar secara proaktif mengelola risiko, serta meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan untuk mengakses, memahami, dan mengomunikasikan informasi iklim.
  • Informasi lebih lanjut mengenai USAID APIK serta hasil dari studi dan penilaian yang telah dilakukan dapat diakses di www.apikindonesia.or.id