Sektor Usaha Tingkatkan Ketangguhan Masyarakat Negeri Morella

Negeri Morella, Maluku Tengah, 22 Februari 2018. Kelompok Masyarakat (Pokmas) Hausihu Morella menandatangani nota kesepahaman dengan PT Pertamina (Persero) MOR VIII TBBM Wayame dan program USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) di Negeri Morella, Kabupaten Maluku Tengah, pada 22 Februari 2018. Penandatanganan ini mengukuhkan kerjasama guna meningkatkan ketangguhan masyarakat Negeri Morella dalam menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana melalui penyediaan teknologi, peningkatan pengetahuan, dan akses informasi. 

Negeri Morella terletak di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah dengan jarak 35 km dari Ambon. Kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan. Dalam kurun waktu 1972–2017, Negeri Morella mengalami berbagai bencana terkait cuaca seperti banjir, gelombang tinggi, longsor, maupun abrasi yang berdampak besar terhadap masyarakat. Misalnya, produksi pala dan cengkeh menurun akibat bunga yang gugur dan buah yang rusak diterpa curah hujan tinggi. Kualitas panen menurun karena pengeringan tak maksimal akibat musim hujan yang berkepanjangan. Nelayan pun menjadi sulit melaut karena cuaca tak menentu. 

Menurut Kajian Risiko Bencana Negeri Morella yang dilakukan Pokmas Hausihu, pemerintah negeri, dan USAID APIK, tingkat keterpaparan daerah ini terhadap perubahan kondisi iklim tergolong tinggi. Berangkat dari kajian tersebut, Pokmas kemudian merumuskan sebuah rencana tindak lanjut yang menjawab kebutuhan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dari sektor yang terkena dampak. 

Guna mengimplementasikannya, USAID APIK berkolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) MOR VIII Terminal BBM Wayame melalui program Corporate Social Responsibility yang mendukung rencana aksi yang disusun oleh Pokmas, terutama yang berfokus pada penguatan sumber penghidupan masyarakat. Dukungan yang diberikan mencakup: 1) pengadaan pengering bertenaga surya (solar dryer); 2) pelatihan teknik sambung pucuk (grafting) serta rumah pembibitan; 3) pembuatan papan elektronik layanan informasi cuaca dan iklim. 

PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Operation Head TBBM Wayame, Mohammad Ali Basah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap program kolaborasi Pertamina dan USAID APIK. “Kerjasama CSR Pertamina dengan program USAID APIK khususnya di kawasan Negeri Morella ini diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang telah disusun,” ujar Ali. “Dukungan Pertamina diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang sebesar-besarnya di Negeri Morella,” tambahnya. 

Dua puluh pengering berskala rumah tangga dan rumah pembibitan berisi 500 bibit tanaman pala dan tanaman durian ditempatkan di Morella, sementara papan layanan informasi cuaca akan tersedia guna membantu nelayan mengetahui cuaca sebelum pergi mencari ikan. Pengering tenaga surya menggunakan plastik UV yang dapat memerangkap sinar matahari sehingga pengeringan pasca panen dapat dilakukan lebih cepat, sekalipun dalam cuaca mendung. Tak hanya itu, panen pun lebih terjaga kebersihannya. 

“Kami sangat menghargai dukungan Pertamina karena manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan. Di Morella biasanya panen cengkeh dan pala jatuh saat musim hujan, dan dengan adanya pengering, maka pengolahan hasil panen menjadi lebih baik. Selain itu, bibit tanaman buah dapat dibudidayakan oleh masyarakat untuk tambahan pemasukan,” ujar Kepala Desa Negeri Morella, Yunan Sialana. 

USAID APIK mengapresiasi PT Pertamina MOR VIII Terminal BBM Wayame dalam mendukung masyarakat Negeri Morella. Direktur Program USAID APIK, Paul Jeffery mengatakan, “Untuk mencapai masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, dan dengan bekerja sama, maka upaya untuk meningkatkan ketangguhan menjadi lebih ringan. Pada akhirnya, semua pihaklah yang akan merasakan manfaatnya di tengah kondisi cuaca dan iklim yang kini semakin ekstrem dan tidak menentu,”. 

Dukungan bagi Negeri Morella masih akan berlanjut dengan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan dan penguatan kelembagaan Pokmas, sehingga masyarakat Morella tak hanya menjadi masyarakat yang tangguh, namun juga berdaya. 

--- 

Kontak wawancara: 

Eko Kristiawan – Unit Manager Comm. & CSR MOR VIII – Maluku Papua; eko.kristiawan@pertamina.com; 08121448578 

Willy Wicaksono – Manajer Regional Program USAID APIK Program Maluku: Willy_Wicaksono@dai.com; 0811-1770-701 

Kontak media dan permintaan foto: Enggar Paramita – Spesialis Komunikasi Program USAID APIK: Enggar_Paramita@dai.com; 0811-1772-687 

Catatan Editor: 

● Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) merupakan program berdurasi lima tahun dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk membantu Indonesia mengelola risiko bencana dan iklim. APIK bekerja memperkuat kapasitas Pemerintah Indonesia di tingkat nasional, provinsi hingga tingkat lokal. Dengan menggunakan pendekatan lanskap, APIK juga bekerja langsung dengan masyarakat dan sektor bisnis agar secara proaktif mengelola risiko, serta meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan untuk mengakses, memahami, dan mengomunikasikan informasi iklim. Informasi lebih lanjut mengenai USAID APIK serta hasil dari studi dan penilaian yang telah dilakukan dapat diakses di www.apikindonesia.or.id 

● PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Wayame merupakan salah satu unit operasi PT Pertamina (Persero) di bawah Direktorat Pemasaran dan Niaga, yang memiliki fungsi utama menyuplai kebutuhan Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Khusus di wilayah Pulau Ambon. Terminal BBM Wayame adalah titik suplai utama di area Maluku dan Papua, dan sepenuhnya berkomitmen untuk menuju perusahaan hijau yang efisien dan mengutamakan kelestarian lingkungan. 

● Kelompok Masyarakat (Pokmas) Hausihu Morella berdiri pada 21 Februari 2017 dan beranggotakan perwakilan berbagai elemen masyarakat di Negeri Morella. Pokmas Hausihu terlibat dalam melakukan Kajian Risiko Bencana di tingkat desa, dan menyusun Rencana Aksi Ketangguhan. Program kerja Pokmas kini berfokus pada peningkatan kapasitas pemerintah desa, terutama terkait penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang tangguh terhadap perubahan iklim. 

● Negeri adalah sebutan untuk daerah setingkat desa atau kelurahan di Provinsi Maluku.