Maluku Berkomitmen untuk Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan

Ambon, 20 Februari 2018. Pemerintah provinsi Maluku meluncurkan dokumen ‘Roadmap Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan’ (Roadmap MAPI-PB) sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen Indonesia mencapai pembangunan rendah emisi dan tangguh terhadap dampak negatif perubahan  iklim.  Acara yang berlangsung hari Selasa, 20 Februari 2018 di kantor  Gubernur  Maluku  ini dihadiri  oleh  Kementerian  Lingkungan  Hidup dan Kehutanan  (KLHK), Kementerian Dalam  Negeri, pimpinan daerah dari 11 kabupaten/kota, akademisi, LSM, dan pihak swasta.

Berdasarkan  Persetujuan  Paris,  Pemerintah  Indonesia  telah  merumuskan  Dokumen  Niatan  Kontribusi Nasional (Nationally Determined Contribution  atau NDC) yang menargetkan penurunan emisi sebesar 29% pada 2030 dengan usaha sendiri dan 41% dengan bantuan internasional, serta meningkatkan ketahanan ekosistem, ekonomi, dan sistem kehidupan.  Sebagai langkah nyata  implementasi daerah, disusunlah NDC Subnasional di tingkat provinsi agar masing masih wilayah  dapat mempertimbangkan karakteristik serta potensinya.  Maluku  menunjukkan  kontribusinya  melalui  rumusan  NDC  Subnasional  berupa  Roadmap MAPI-PB (atau Peta Jalan MAPI-PB), yang akan menjadi acuan dalam mengorganisasikan dan merencanakan kegiatan, dengan berlandaskan tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff mengatakan, “Roadmap MAPI-PB memberikan arah kebijakan, sehingga pemerintah baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota dapat mengembangkan ketangguhan masyarakat agar dapat beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.  Selain  itu,  perlu diingat bahwa  pembangunan adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, dan harus diupayakan oleh seluruh pihak,”. Wilayah Maluku memiliki karakteristik kepulauan, dengan  92,4% wilayahnya berupa lautan,  serta  pulaupulau  kecil  yang  rentan  terhadap  bencana  hidrometeorologi  (bencana  yang  dipengaruhi  faktor  cuaca). Gelombang tinggi dan abrasi mengancam masyarakat pesisir,  sementara  banjir, tanah longsor, dan  angin puting beliung kerap terjadi di sejumlah daerah. USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) telah melaksanakan kajian kerentanan dan risiko iklim yang menjadi salah satu dasar perumusan Roadmap MAPI-PB terutama dalam sektor adaptasi.

Dokumen  Roadmap  MAPI-PB  meliputi  periode  2018–2030  dan  menyajikan  hasil  identifikasi  modalitas, prosedur,  arah  kebijakan,  strategi  implementasi,  serta  tata  waktu  dalam  upaya  mitigasi  dan  adaptasi perubahan iklim Provinsi  Maluku.  Penyusunan  Roadmap  MAPI-PB  merupakan  tindak  lanjut  dari  SK Gubernur No. 255a tahun 2017 tentang pembentukan tim khusus penyiapan dokumen. Proses penulisan dimulai sejak Juni 2017 dengan melibatkan tim ahli dari Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK dan bekerjasama dengan USAID APIK sebagai fasilitator.

Willy  Wicaksono,  Manajer  Regional  Maluku  Program  USAID  APIK  mengatakan,  “Kegiatan  peluncuran (Roadmap MAPI-PB)  ini adalah suatu upaya sosialisasi bagi para pemerintah kota/kabupaten, para pemangku kepentingan, termasuk juga dunia usaha agar mulai  mengadopsinya ke dalam perencanaan  program dan kegiatan  mereka.  Dengan  demikian,  akan  terjadi  kerja  sama  berbagai  pihak  dan  penyelarasan  untuk ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN KETANGGUHAN mencapai  tujuan  bersama,  yakni  pembangunan  Provinsi  Maluku  yang  rendah  emisi,  tangguh  dan berkelanjutan berbasis gugus pulau.”

Selanjutnya  Roadmap MAPI-PB akan didetailkan  dalam  Rencana Aksi Daerah (RAD) yang berisi program dan kegiatan konkrit upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,  yang  ditargetkan selesai di bulan April, untuk kemudian dimasukkan dalam  rancangan  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  (RPJMD) maupun rencana anggaran pemerintah daerah.

---

Kontak  wawancara:  Willy  Wicaksono  –  Manajer  Regional  Program  USAID  APIK  Program  Maluku:Willy_Wicaksono@dai.com; 0811-1770-701
Kontak  media  dan  permintaan  foto:  Enggar  Paramita  –  Spesialis  Komunikasi  Program  USAID  APIK:Enggar_Paramita@dai.com; 0811-1772-687

Catatan Editor:
●  Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) merupakan program berdurasi lima tahun dari Badan  Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk membantu Indonesia mengelola risiko bencana dan iklim. APIK bekerja memperkuat kapasitas Pemerintah Indonesia di tingkat nasional, provinsi hingga tingkat lokal. Dengan menggunakan pendekatan lanskap, APIK juga bekerja langsung  dengan  masyarakat  dan  sektor  bisnis  agar  secara  proaktif  mengelola  risiko,  serta meningkatkan  kapasitas  para  pemangku  kepentingan  untuk  mengakses,  memahami,  dan mengomunikasikan informasi iklim.
●  Informasi lebih lanjut mengenai USAID APIK serta hasil dari studi dan penilaian yang telah dilakukan dapat diakses di www.apikindonesia.or.id