Kerja Sama USAID dengan Pemerintah ‘Melahirkan’ Kajian Kerentanan untuk Meningkatkan Ketangguhan Provinsi Jawa Timur 

Surabaya, 14 Agustus 2017. Bertempat di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, hasil kajian kerentanan disosialisasikan ke berbagai organisasi perangkat daerah, kelompok kerja adaptasi dan mitigasi Provinsi Jawa Timur, Bappeda tingkat kota/kabupaten, sektor swasta, dan lembaga swadaya masyarakat. Acara sosialisasi tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan dan memfinalisasi hasil kajian kerentanan risiko dan iklim Provinsi Jawa Timur. Direktur Kantor Lingkungan Hidup untuk Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Indonesia juga hadir dalam acara tersebut untuk mengapreasiasi hasil kajian kerentanan sebagai langkah awal peningkatan ketangguhan Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan studi dari USAID, diperkirakan total kerugian pada tahun 2050 dapat mencapai 132 triliun rupah-4,5 persen dari ekonomi Indonesia saat ini- Di Jawa Timur, potensi kerugian mencapai 25 triliun rupiah. Perhitungan kerugian tersebut hanya mencakup sektor pertanian, kesehatan, dan pesisir saja. Angka tersebut bisa saja bertambah berkali-kali lipat jika sektor strategis lainnya seperti kehutanan, perairan, dan infrastruktur juga dihitung. 

Direktur Kantor Lingkungan Hidup untuk USAID Indonesia, Matthew Burton dalam sambutannya mengatakan, “USAID Indonesia sangat senang dengan adanya kemitraan yang baik dengan pemerintah lokal, akademisi, dan masyarakat di Jawa Timur melalui program APIK. Sangat penting untuk bertindak sekarang sebelum terlambat. Hal ini menjadi cita-cita kita bersama untuk memperkuat keamanan lingkungan dan ketangguhan ekonomi yang akan berkontribusi terhadap stabilitas dan keamanan Indonesia.”  

Proses kajian kerentanan sendiri telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2016 melalui rangkaian lokakarya yang melibatkan berbagai pihak. Dari proses tersebut, telah disepakati sektor-sektor prioritas untuk diintervensi yaitu sektor pertanian padi, peternakan ruminansia, perikanan tangkap, air bersih, serta penanggulangan bencana longsor dan banjir. Hasil akhir kajian kerentanan akan menjadi rujukan untuk penyusunan Rencana Aksi Daerah. Kajian kerentanan dilakukan di tingkat Provinsi Jawa Timur serta lanskap hulu dan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. 

Kajian kerentanan bukanlah hasil akhir, namun merupakan pedoman untuk langkah awal untuk kerja-kerja dalam upaya peningkatan ketangguhan. Manajer Regional Jawa Timur Program USAID APIK, Ardanti Sutarto mengatakan, “Komitmen berbagai perangkat pemerintah daerah di berbagai level sangat penting untuk bersama-sama menindaklanjuti rekomendasi dari kajian kerentanan yang telah dihasilkan dari proses panjang multipihak ini.”

---
Kontak Wawancara: Ardanti Sutarto– Manajer Regional Jawa Timur Program USAID APIK: Ardanti_Sutarto@dai.com - 0811-2556-707
Kontak Media: Sheila Kartika – Spesialis Komunikasi Program USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) sheila_kartika@dai.com – 0856-887-1996

Catatan Editor: 
·    Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) merupakan program berdurasi lima tahun dari Badan Pembangunan Interasional Amerika Serikat (USAID) yang bertujuan membantu Indonesia dalam mengelola risiko bencana dan iklim. USAID APIK bekerja membantu pemerintah Indonesia dalam mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana dari level lokal hingga nasional. Dengan menggunakan pendekatan bentang lahan, USAID APIK juga bekerja langsung bersama masyarakat dan sektor swasta untuk secara proaktif mengelola risiko bencana terkait iklim, serta memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan dalam memahami dan mengomunikasikan informasi iklim. Informasi lebih lanjut mengenai USAID APIK dapat diakses di www.apikindonesia.or.id. 
·    Dokumen kajian kerentanan yang sudah difinalisasi akan dapat diakses melalui www.apikindonesia.or.id