Pendekatan Berbasis Bentang Lahan

APIK mengaplikasikan pendekatan teknis yang berpusat pada ketangguhan berbasis bentang lahan, dengan menitikberatkan pada kerentanan terhadap bencana alam dan perubahan iklim yang berhubungan langsung dengan masing-masing bentang lahan yang unik dengan karakteristik sosial ekonomi serta kelembagaan. Ketangguhan berbasis bentang lahan ini berbeda dengan pendekatan pada umumnya untuk memahami cerita iklim di masyarakat dan pemerintah lokal, dan memungkinkan serta diperkuat melalui kolaborasi antara masyarakat dan kolaborasi vertikal dengan kebijakan yang lebih luas. 

APIK work illustrations_0.png

Pendekatan yang terintegrasi ini disusun berdasarkan tujuan strategis yang ditetapkan dalam Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim dan terdiri dari: 

•  Ketangguhan kelembagaan

Dengan sistem desentralisasi di Indonesia, ketangguhan berbasis bentang lahan ini membutuhkan kementerian nasional dan juga pemerintah lokal untuk mengarusutamakan prinsip-prinsip pengurangan risiko bencana (PRB) dan adaptasi perubahan iklim (API) ke dalam perencanaan dan investasi publik. Penguatan kelembagaan pemerintah dan hubungan antara nasional dan lokal menjadi dasar dari aksi adaptasi berbasis bentang lahan dan menunjang kemampuan penyedia layanan publik dalam bertahan dan memulihkan diri dari krisis yang akan terjadi di masa mendatang. 

•  Ketangguhan sosial ekonomi 

Ketangguhan berbasis bentang lahan juga membutuhkan prinsip-prinsip API/ PRB untuk dimasukkan ke dalam model bisnis di berbagai sektor ekonomi yang berbeda, mendukung mata pencaharian dan perkembangan ekonomi hijau. Memelihara adanya pendapatan yang berkelanjutan sangat penting untuk mereka yang miskin, yang mata pencahariannya tergantung pada sumber daya yang banyak terpapar oleh berubahnya iklim dan tekanan cuaca. 

•  Ketangguhan bentang lahan

Kerentanan suatu lokasi berhubungan dengan karakteristik ekologi, hidrologi, dan meteorologi dari bentang lahan dan sekitarnya. Jasa ekosistem merepresentasikan penjaga/ safeguards yang penting untuk melindungi masyarakat perkotaan, pedesaan, dan pesisir dari cuaca yang berubah-ubah dan ekstrem. Mempertahankan jasa-jasa lingkungan tersebut membutuhkan pengelolaan sumber daya yang terintegrasi dan melampaui batas wilayah administrasi menggunakan data hidrometeorologi yang didukung oleh mobilisasi para pemangku kepentingan yang berada di hulu dan hilir. 

•  Layanan informasi iklim dan cuaca 

Layanan informasi iklim dan cuaca berperan penting untuk memungkinkan tercapainya ketangguhan berbasis bentang lahan. Dengan produk informasi yang digunakan untuk membuat keputusan yang faktual dan logis dalam berbagai tugas dan aktivitas. Namun tidak hanya itu saja, layanan informasi iklim juga diperuntukkan bagi masyarakat, bisnis, dan lembaga lainnya agar dapat lebih baik lagi memahami area tempat tinggal mereka beserta dengan perubahannya.