Call for Proposal: Papan Informasi Cuaca & Iklim

Hasil Penilaian Proposal

  1. Vinnoti (Terpilih)
  2. Hardtmann 
  3. Divisi ERG Unikom (Oprekindo)
  4. Perkumpulan Air Putih

Adapun Proposal yang diteruma namun tidak lolos ke dalam daftar pendek karena tidak sesuai dengan Desain yang diminta adalah sbb:

  1. Serdadu Robotik
  2. WIN

Untuk Proposal yang masuk ke daftar pendek agar menunggu pemberitahuan melalui Email dari panitia untuk jadwal presentasi di Jakarta.

Latar Belakang

Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) merupakan program berdurasi lima tahun (2016-2020) dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) yang bertujuan untuk membantu Indonesia dalam mengelola risiko bencana dan iklim. APIK bekerja membantu pemerintah Indonesia dalam mengintegrasikan Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (API-PRB) dari tingkat lokal hingga nasional. Dengan menggunakan pendekatan bentang lahan, APIK juga bekerja langsung bersama masyarakat dan sektor swasta untuk secara proaktif mengelola risiko bencana terkait iklim, serta memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan dalam memahami dan mengkomunikasikan informasi iklim.

Di tahun 2016, APIK melakukan serangkaian kegiatan penilaian (assessment) terhadap pemanfaatan layanan informasi cuaca dan iklim (ICI) di tiga provinsi yakni Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Maluku mencakup sebelas kota/kabupaten. Dari penilaian tersebut ditemukan bahwa di ketiga wilayah APIK, tingkat penggunaan layanan ICI di kalangan masyarakat (termasuk nelayan, petani, dan UMKM) masih sangat rendah. BMKG saat ini sudah memiliki banyak produk yang didedikasikan untuk membantu masyarakat dalam mengambil keputusan dalam aktivitas sehari-hari termasuk ramalan cuaca harian, tiga harian dan mingguan, prediksi musiman (setiap bulan), informasi variabilitas iklim (ENSO, Monsun, Dipole Mode, dll.) dan peringatan dini cuaca ekstrem (termasuk hujan ekstrem dan potensi kekeringan). Demikian juga dengan informasi cuaca maritim termasuk tinggi gelombang, arus, angin, dll. Idealnya, semua produk tersebut seharusnya dapat menyentuh masyarakat yang membutuhkan termasuk para Nelayan dan Petani. Namun demikian, kondisi di lapangan ditemukan bahwa informasi tersebut belum dapat diserap secara maksimal oleh masyarakat. Dalam laporan penilaian, APIK menganalisis bahwa hal ini disebabkan diantaranya oleh masih rendahnya pemahaman manfaat layanan ICI di tingkat masyarakat, masih belum optimalnya proses diseminasi dari pemerintah daerah ke masyarakat, dan keterbatasan akses informasi.

Dalam hal aksesibilitas, BMKG sudah memiliki beberapa kanal informasi utama untuk menyebarkan informasi kepada publik, diantaranya melalui website, aplikasi ponsel cerdas, papan informasi cuaca di bandara, surat, layanan langsung di UPT, serta penyampaian langsung melalui beberapa instansi terkait. Namun demikian, hal tersebut berhadapan tantangan kondisi di lapangan yang membuat proses tersebut belum berjalan maksimal seperti terbatasnya tingkat pemanfaatan internet di  wilayah-wilayah tertentu. Kalangan nelayan dan petani yang berumur di atas 35 tahun misalnya, sebagian besar jarang/tidak mengakses internet via ponsel cerdas. Kepemilikan ponsel cerdas pun di wilayah rural masih terbatas. Untuk mereka yang sudah menggunakan ponsel cerdas (biasanya berumur <35 tahun), akses internet di wilayah mereka terkadang terkendala sinyal internet yang tidak memadai. Dengan kondisi demikian, informasi BMKG menjadi sulit untuk diakses melalui ponsel cerdas baik via Aplikasi Info BMKG ataupun website. Sedangkan papan informasi yang diproduksi oleh BMKG, jumlahnya masih terbatas, membutuhkan jaringan internet dan asupan listrik yang cukup stabil dan masih belum terjangkau biayanya untuk skala komunitas/perdesaan.

Papan Informasi Cuaca dan Iklim

Salah satu solusi alternatif untuk menanggulangi permasalahan akses masyarakat terhadap informasi tersebut, APIK berencana untuk mengembangkan Papan Informasi Cuaca dan Iklim yang dapat menampilkan informasi Prediksi Cuaca Harian, Cuaca Maritim dan Prediksi Iklim dari BMKG. Sasaran pengguna teknologi ini adalah masyarakat yang tinggal di wilayah rural yang masih jarang menggunakan ponsel cerdas dan sulit mengakses internet akibat rendahnya kualitas sinyal. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi Internet of Things (IoT), papan ini akan dirancang untuk dapat dipasang di wilayah-wilayah dengan tingkat keterpaparan sinyal internet cukup rendah dan sinyal yang kurang stabil (<3G) dengan memanfaatkan teknologi komunikasi seperti MQTT atau (untuk kasus tertentu: LoRa). Teknologi berbiaya rendah (low-cost) ini akan mengambil informasi dari layanan informasi publik BMKG yang diperbarui oleh BMKG secara berkala dan berkelanjutan. Papan ini dapat berbentuk gabungan antara informasi statis dan digital. Hal ini dirancang untuk menghemat biaya produksi, menghemat penggunaan energi, tahan terhadap kondisi lingkungan (panas, hujan dan korosi) dan stabil dalam penerimaan data. Sebagai contoh, diperlukan komponen teks digital untuk menampilkan informasi cuaca maritim dengan menggunakan teknologi 14 segment atau dot matrix. Dalam proposal, Peserta diminta untuk menjelaskan bagaimana setiap pemilihan komponen dan rancangan yang diajukan dapat memenuhi keempat prinsip utama: efisiensi energi, durabilitas, berbiaya rendah dan mudah pemeliharaan. Peserta juga diminta untuk membuat simulasi pemakaian energi untuk berbagai moda di atas, serta melalukan perhitungan pemanfaatan energi seluruh komponen serta solusinya. Silahkan mengunduh Spesifikasi Teknis untuk memahami kebutuhan rinci.

Contoh desain yang dibutuhkan
Desain Papan Informasi yang dibutuhkan (Silahkan mengunduh Spesifikasi Teknis untuk memahami kebutuhan rinci)

 

Peta Jalan Pengembangan

Papan ini akan dirancang beberapa versi, untuk mencakup beragam informasi diantaranya cuaca daratan, cuaca maritim, informasi iklim dan peringatan dini bencana (dan ke depannya tidak menutup kemungkinan untuk memasukan informasi gempa terkini dan peringatan dini tsunami). Papan ini akan dirancang beberapa versi lokasi pemasangan baik dalam ruangan (indoor), luar ruangan (outdoor), dan semi-outdor dengan biaya terjangkau dan bersifat sumber-terbuka (open-source). Ke depannya, diharapkan papan ini dapat dengan mudah direplikasi oleh siapa saja terutama untuk menyasar masyarakat di tingkat komunitas, Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah. Target lokasi pemasangan papan ini adalah wilayah rural, wilayah pertanian, perkebunan dan peternakan, wilayah pemukiman nelayan, wilayah pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, pasar, sekolah, dll. Papan ini juga akan dirancang untuk dapat dengan mudah dipasang, digunakan, dipahami, dikelola, diperbaiki, dan dikembangkan.

Pemasangan, Pelatihan, Pemeliharaan dan Evaluasi

Setelah Papan ini selesai dikembangkan untuk beberapa versi yang diprioritaskan, kami akan melakukan ujicoba pemasangan papan ini di beberapa desa/kelurahan yang ditargetkan oleh program APIK. APIK telah memiliki beberapa desa dampingan di tiga provinsi yakni Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Maluku (12 kota/kabupaten). Kegiatan pemasangan tersebut akan disertai dengan pelatihan, pemeliharaan dan evaluasi dari pemanfaatan papan tersebut. Pada tahap awal, papan akan diproduksi dalam jumlah terbatas. Setelah diimplementasikan, dan dievaluasi, tahap selanjutnya papan akan diproduksi untuk jumlah yang lebih banyak.

Pengembangan Purwarupa

Sebagai tahap awal, kami akan menggandeng mitra untuk mengembangkan purwarupa Papan Informasi Cuaca dan Iklim melalui mekanisme kompetisi proposal. Selanjutnya akan dipilih satu sampai tiga mitra yang akan diberikan dana ketangguhan untuk mengembangkan beberapa purwarupa papan informasi cuaca dan iklim.

Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan purawrupa Papan Informasi Cuaca dan Iklim yang memenuhi spesifikasi terlampir. Untuk cakupan kompetisi, kami akan Spesifikasi Teknis akan diarahkan pada rancangan Papan Informasi Cuaca Maritim.

Keluaran

Hasil keluaran akhir yang diharapkan dari kegitan ini adalah terciptanya purwarupa Papan Informasi Cuaca dan Iklim yang memenuhi spesifikasi terlampir.

Mitra yang terpilih akan diberikan dana ketangguhan untuk cakupan kerja sebagai berikut:

  1. Mengembangkan dan memproduksi beberapa versi purwarupa
  2. Melaksanakan Pelatihan untuk mitra lokal yang akan dipilih oleh APIK dari berbagai macam kalangan (SMK, Universitas, LSM, dll.) untuk membuat, memasang dan merawat alat tersebut di beberapa tempat

Mekanisme Pemilihan Mitra

  1. APIK akan mempublikasikan Call for Proposal dan memberi waktu kepada pendaftar untuk memasukan proposal pada kurun waktu tertentu (lihat Jadwal Kegiatan di bawah)
  2. Pendaftar membuat dan mengumpulkan proposal.
  3. APIK memilih 1-3 mitra yang akan dikontrak untuk mengembangkan purwarupa.

Kualifikasi Peserta

Kualifikasi Peserta Kompetisi adalah sbb.:

  1. Terdiri dari grup/perorangan/perwakilan entitas dari lembaga usaha, lembaga penelitian, LSM atau universitas yang memiliki kapabilitas untuk membuat purwarupa instrumen sesuai (atau mendekati) spesifikasi yang ditentukan dalam SoW ini
  2. Jika berupa lembaga usaha, lembaga penelitian, LSM, atau universitas, harus tercatat dan didirikan di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memiliki dokumen lengkap (minimal AKTA & NPWP)
  3. Warga Negara Indonesia (jika perorangan)

Tata Cara Pengumpulan Proposal

  1. Calon Pendaftar mendaftarkan diri melalui: Formulir Ini
  2. Pendaftar mengunduh Spesifikasi Teknis, Template Proposal, Template BoQ, dan File XML.
  3. Pendaftar membuat Proposal
  4. Pendaftar mengumpulkan proposal versi softcopy sebelum tanggal terakhir pengumpulan (lihat Jadwal di bawah), dengan cara mengirimkan public URL dropbox/google drive ke email mohammad_fadli@dai.com (jangan meng-attach file)
  5. Jika terdapat pertanyaan silahkan layangkan email ke mohammad_fadli@dai.com

Jadwal Kegiatan*

Rincian Rangkaian kegitan ini adalah sbb (tentative):

No.

Aktivitas

Durasi

Pelaksanaan

1

Pengumpulan Proposal.

Batas Waktu: Minggu, 24 September Pukul 23:59 WIB

25 hari

31 Agustus – 24 September 2017

2

Evaluasi Proposal Proposal

3 hari

(mohon tunggu pemberitahuan melalui email dari Paniti)

3

Pengumuman Pemenang

1 hari

23 Oktober 2017

*Jadwal dan format kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu

Frequently Asked Question

Last Update: 5 September 2017

  1. Q: Berapa Budget dana ketangguhan dari pengembangan kegiatan ini?
    A: Kami tidak memberikan informasi mengenai budget pengembangan ini, namun Dana Ketangguhan yang nanti akan diberikan terdiri dari komponen biaya: Material, Man-days Remuneration, dan Biaya Implementasi lainnya (transportasi, dll.). Dalam kompetisi proposal kami hanya menilai mitra potensial dari pengalaman dan ide yang dituangkan dalam bab teknis. Selanjutnya setelah seleksi selesai, kami akan mengajukan kontrak yang komponen biayanya mencakup ketiga komponen biaya di atas.
  2. Q: Apakah BoQ yang diajukan sudah termasuk keuntungan dari peserta? 
    A: BoQ yang diajukan bersama proposal hanya mencantumkan biaya material saja. Dalam penilaian proposal, kami hanya mencari rancangan/desain terbaik yang dapat menghasilkan kualitas terbaik dari kelas harga yang optimal. Tidak ada istilah komponen biaya keuntungan dalam setiap pemberian dana ketangguhan (lihat komponen biaya pada pertanyaan nomor 1).
  3. Q: Apakah Peserta dapat mengajukan beberapa versi rancangan?
    A: Ya! Peserta dapat mengajukan beberapa versi yang dapat ditawarkan (misalnya: versi murah, versi menengah dan versi mahal), maka peserta perlu mengajukan tiga versi BoQ dengan 3 versi desain yang berbeda dengan menyebutkan kelebihan dan kekurangannya.