Memanfaatkan Wahana Tanpa Awak untuk Memetakan Kawasan Bencana di Maluku Tengah

Kabupaten Maluku Tengah menghadapi ancaman bencana yang beragam seperti banjir, longsor, kebakaran hutan, abrasi, gunung berapi, angin puting beliung, gelombang tinggi serta beberapa bencana lainnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah bertugas bertugas menangani masalah kebencanaan secara langsung dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. Selama ini BPBD Maluku Tengah melakukan penilaian dan penggambaran potensi  bencana mengandalkan survei lapangan menggunakan Sistem Pemosisi Global atau Global Positioning System (GPS) dan pencatatan secara manual.  Hal tersebut menyebabkan data yang didapat kurang akurat karena proses penilaian tidak menyeluruh hanya dilakukan secara acak. BPBD Maluku Tengah menyadari pentingnya pemetaan wilayah dan semakin inovatif dalam memetakan kawasan rawan bencana. Kepala Bidang Kesiapsiagaan, Zeth Salahessy mengatakan, “Pemetaan menjadi salah satu kunci dalam menentukan kebijakan dan perencanaan di wilayah bencana.”

Dengan sistem pemetaan manual, jangkauan wilayah menjadi sangat terbatas apalagi jika terdapat medan yang sulit dilintasi atau dilakui. Selain itu, selama ini BPBD tidak mempunyai tenaga yang handal dalam hal pemetaan. Dengan kerja sama antara USAID APIK dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui berbagai kegiatan pelatihan, perlahan tapi pasti kemampuan para staf BPBD untuk memetakan wilayah semakin meningkat. USAID APIK telah memfasilitasi dua pelatihan untuk BPBD terkait dasar-dasar Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information System (GIS) dan dilanjutkan dengan pengunaan GPS. Setelah kegiatan pelatihan, BPBD semakin menyadari kebutuhan mereka akan data terbaru dan faktual, serta pemetaan yang lebih luas dan akurat.

Perangkat  wahana tanpa awak atau drone sudah dikenal luas di pemerintahan Maluku Tengah, namun pengunaannya hanya sebatas untuk permainan dan perekaman video serta photo  dalam kegiatan pemerintahan di luar ruangan. Namun setelah kegiatan pelatihan pemetaan GIS dan GPS khususnya di BPBD Maluku Tengah, mereka baru menyadari fungsi drone sebagai sumber data peta (photo udara) bagi kegiatan mereka yang mudah didapat dan murah serta dapat dioperasikan dengan mudah.

Pada 1-2 Agustus 2017, BPBD menyelenggarakan kegiatan pelatihan pemetaan menggunakan wahana tanpa awak atau yang biasa dikenal dengan sebutan drone. Pelatihan sepenuhnya diinisiasi oleh BPBD dengan anggaran bersumber dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. USAID APIK menyediakan asistensi teknis dan dukungan tenaga ahli dalam menginstalasi hingga pengontrolan perangkat drone. Para peserta yang terdiri dari empat staff yang dilatih langsung menggunakan dan mengoperasikan drone untuk dapat melakukan pemetaan secara langsung dan tepat untuk wilayah-wilayah yang rawan bencana. Dengan menggunakan drone, wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak terjangkau manusia dapat dipetakan secara langsung dan kemudian dianalisis secara langsung menggunakan software GIS.

Salah satu peserta kegiatan pelatihan, staf BPBD Bidang Kesiapsiagaan, Tino R. Samory mengatakan, “Selama ini kami di BPBD melakukan survei ke wilayah potensi bencana secara manual dengan pencatatan dan foto digital. Dengan kegiatan [pelatihan] ini saya bersama teman-teman sangat berterima kasih kepada USAID APIK yang telah memberikan pelatihan penggunaan drone kepada kami. Semoga ke depan kami lebih akurat dalam melakukan survei wilayah potensi bencana.” 

USAID APIK mengapresiasi BPBD yang berinisiasi dalam melakukan kajian bencana secara mandiri. Pembelian perangkat drone untuk pemetaan menunjukkan keseriusan BPBD untuk peningkatan kapasitas staf BPBD. Selain itu hal ini menunjukkan tren positif serta menigkatnya kesadaran dan cara berpikir BPBD untuk menangani bencana. Selain itu, BPBD dapat lebih berperan dalam memberikan informasi dan menyediakan data yang terbaru dan faktual dan berkontribusi dalam upaya pengurangan risiko bencana yang lebih baik.

BPBD Maluku Tengah sangat terbantu dengan kehadiran USAID APIK, terutama dalam membangun kapasitas staf  di bidang pemetaan. Saya selaku kepala Bidang Kesiapsiagaan sangat berterima kasih kepada USAID APIK.

- Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Maluku Tengah, Zeth Salahessy