Kota Ambon Bersiapsiaga Menghadapi Bencana bersama USAID APIK

Salah satu cara untuk menekan jumlah kerugian dan korban adalah mempersiapkan warga untuk menghadapi bencana. Sayangnya pengetahuan bencana dan manajemen bencana belum dilakukan secara optimal. Selama ini, manajemen bencana dianggap bukan prioritas utama dalam menghadapi bencana, padahal Indonesia merupakan wilayah rawan terhadap bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memahami pentingnya peningkatan kapasitas ini, dalam hal ini adalah kapasitas anak-anak sekolah, dimana bersama dengan kaum perempuan, mereka adalah salah satu kelompok paling rentan terhadap bencana. Oleh karena itu, USAID APIK menggagas suatu acara untuk meningkatkan kapasitas siswa -siswi Sekolah Menengah Pertama di Kota Ambon untuk menanggapi ancaman bencana.

USAID APIK menyambut baik inisiatif BPBD Kota Ambon untuk membentuk Unit Siaga Bencana Sekolah (USI BELA) di beberapa SMP di Kota Ambon untuk mewujudkan Sekolah Tangguh Bencana. Kegiatan bersama BPBD Kota Ambon dan USAID APIK untuk peningkatan kapasitas anak-anak sekolah ini diadakan di Aula SMP Negeri 1 dan Aula SMP Negeri 7 pada tanggal 17—23 Mei 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh siswa-siswi SMP Negeri 1, SMP Negeri 11, SMP Negeri 7, SMP Negeri 13, dan SMP Negeri 8 Ambon. Para murid belajar, berlatih, dan melakukan simulasi bencana dengan pemateri dari BPBD Provinsi Maluku; Dinas Pendidikan Kota Ambon; BPBD Kota Ambon; Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG); Search and Rescue (SAR) Ambon; Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku, dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Provinsi Maluku. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk pelatihan dan simulasi yang disajikan dengan metode paparan, video, diskusi dan latihan.

“Saya belajar kalau ada tsunami harus keluar bangunan sekolah dan pergi ke tempat yang lebih tinggi dan aman,” ungkap Centia Sahetapi, siswi SMP Negeri 8 Kota Ambon.

Selain itu para siswa-siswi juga belajar mengenai kepemimpinan, konsepsi dan karateristik bencana, pengaruh cuaca dan iklim terhadap kebencanaan, adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di sekolah, bagaimana menjadi relawan, penyelamatan dan evakuasi, pertolongan pertama bencana, penyusunan rencana kontingensi sekolah, serta penyusunan Prosedur Tetap (Protap) Penanggulangan Bencana Sekolah. Dari kegiatan pelatihan dan simulasi, para siswa kini mampu mengidentifikasi ancaman bencana di lingkungan sekolah, memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama dan evakuasi pada saat terjadinya bencana serta menyusun prosedur tetap penanggulangan bencana di sekolah berdasarkan acaman.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana pada tanggal 20—23 Mei 2017 guna menguji protap penanggulangan bencana masing-masing sekolah. Selanjutnya akan dibentuk USI BELA di lima sekolah yang ditunjuk untuk mewakili lima kecamatan di Kota Ambon.

"Saya harapkan pada APBD Perubahan 2017 sekolah tangguh bencana akan dikembangkan menjadi 10 USI BELA yang ada di Kota Ambon yang memiliki lokasi bencana yang berisiko tinggi,” jelas Enrico Matitaputty, Kepala BPBD Kota Ambon.

(Penulis: Shinta Sarie/ Foto Kredit: Natalia Tehuajo)