Forum API PRB sebagai Aktor untuk Memperkuat Ketangguhan Kabupaten Blitar terhadap Risiko Bencana dan Perubahan Iklim

Kabupaten Blitar memiliki tingkat indeks risiko yang tinggi karena topografinya yang beragam terdiri  dari  wilayah  pegunungan  di  lereng Gunung  Kelud,  daerah  aluvial  Sungai  Brantas  dan  pesisir  selatan  yang  menghadap  langsung  ke Samudera  Hindia. Melihat topografi Kabupaten Blitar tersebut, maka Kabupaten Blitar termasuk dalam daerah yang memiliki resiko bencana tinggi, hal ini tergambarkan dalam Indeks Resiko Bencana yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebagai salah satu daerah dampingan program, USAID APIK menyadari akan perlunya program-program yang terintegrasi untuk mengurangi risiko bencana yang tinggi di Kabupaten Blitar. Sayangnya, belum adanya kelompok kerja yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Blitar untuk menerapkan program penurunan indeks risiko bencana terintegrasi membuat implementasi intervensi program di Kabupaten Blitar menjadi terhambat.

Pada tanggal 15—16 Mei 2017, USAID APIK dan Badan  Penanggulangan  Bencana  Daerah  (BPBD) Provinsi Jawa Timur membentuk Forum Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (API PRB). Forum PRB akan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan dan ketangguhan terhadap bencana yang selaras dengan kerangka aksi pengurangan risiko bencana dan platform nasional (Planas). Melalui lokakarya yang dihadiri 59 peserta dari berbagai institusi di Kabupaten Blitar. Drs. Heru Irawan, M.Si, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, optimis dengan adanya  Forum API PRB ini dapat menjadi agen pelaksanaan penurunan tingkat indeks risiko bencana secara terintegrasi antara masyarakat, pemerintah dan sektor usaha di Kabupaten Blitar.

Dalam lokakarya pembentukan forum ini pula, Daryanto, Koordinator Wilayah Kabupten Blitar Jangkar Kelud ditunjuk secara bersama-sama untuk menjabat Ketua Forum API PRB di Kabupaten Blitar. Struktur kepengurusan dan keanggotaan Forum PRB Kabupaten Blitar ini berasal dari berbagai unsur. Beberapa elemen yang terlibat antara lain, perwakilan dari pemerintah daerah, akademisi, sektor usaha, media, LSM lokal, relawan, dan pemerintah desa.

Forum PRB yang terbentuk nantinya akan mewadahi semua kepentingan terkait pengelolaan kebencanaan. Forum PRB juga  akan mensinergikan  semua kepentingan pihak yang terkait kebencanaan, seperti penyelaraskan kebijakan seperti, perencanaan, penganggaran, pemilihan program pembangunan dan kegiatan pengurangan risiko bencana. (Hairil Hidayatullah)