Menguji Coba Purwarupa Penakar Hujan Otomatis

Sebagai bagian dari rangkaian kompetisi pengembangan purwarupa penakar hujan otomatis yang digelar sejak 7 Agustus 2017 lalu, APIK menguji coba hasil pengembangan purwarupa di Laboratorium Kalibrasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pusat dan Stasiun Klimatologi Bogor. Dari lima proposal terpilih, dalam tahap pengembangan, satu peserta mengundurkan diri dan tersisa empat kandidat yang akan membuktikan kecanggihan dan ketangguhan alat-alatnya di tahap ui coba ini.

Pada tanggal 18-20 September 2017, masing-masing peserta memaparkan hasil instrumen yang telah dikembangkan. Pada tanggal 25-28 September 2017, masing-masing sensor dari setiap tim diuji coba dan dikalibrasi di Laboratorium Kalibrasi BMKG Pusat.

Uji Coba di Laboratorium ini dilakukan dengan tiga skenario intensitas hujan: 50mm, 100mm dan 150mm
Uji coba dilakukan di Laboratorium Kalibrasi Instrumentasi BMKG Pusat.

lab1.jpg
Setiap sensor penakar hujan milik masing-masing peserta diuji keakuratan sensornya dengan ketelitian 0,2mm.

Lab3.jpg
Uji coba di Laboratorium ini dilakukan dengan tiga skenario intensitas hujan: 50mm, 100mm dan 150mm.

lab2.jpg
Uji coba didukung oleh Laboratorium Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG Pusat.

Pada tanggal 29-30 September 2017, masing-masing peserta membawa alat-alatnya ke Stasiun Klimatologi Bogor dan memasang alat-alat tersebut di Taman Alat untuk dilakukan uji coba selama satu hingga dua minggu mendatang.

lap1.jpg
Kepala Stasiun Klimatologi Bogor, Budi Suhardi, DEA., cukup antusias menanyakan spesifikasi dari alat yang telah dikembangkan.

lap2.jpg
Para peserta saling berbagi informasi tentang inovasi dari masing-masing alat yang dikembangkan.

lap3.jpg
Pengujian akan berlangsung selama kurang lebih 1-2 minggu ke depan.

lap4.jpg
Para peserta datang dari beragam kota yakni Malang, Bandung, Depok dan Jakarta.

lap5.jpg
Para peserta tidak sungkan-sungkan saling membantu peserta lain dalam proses instalasi alat-alat mereka.

lap6.jpg
Pemilihan sensor, teknologi dan inovasi pada 'otak' alat tersebut menjadi kunci utama keunggulan.

lap7.jpg
Peserta memastikan alatnya berjalan lancar sebelum ditinggalkan selama seminggu di Taman Alat Stasiun Klimatologi Bogor.

lap8.jpg
Alat-alat tersebut dijajarkan bersama-sama dengan instrumen penakar hujan milik Stasiun Klimatologi Bogor, baik manual maupun yang otomatis, agar dapat dibandingkan hasilnya di kemudian hari.