Surat dari Negeri Siri Sori Islam

Suatu pagi telepon genggam saya berdering, ternyata itu panggilan dari Sekretaris Negeri Siri Sori Islam, M. Taha Tuhepaly. Beliau menyampaikan permintaan agar saya bergabung dalam kegiatan sosialisasi yang berlokasi di Rumah Adat Negeri (Baileo) kami. Ternyata kegiatan itu adalah Sosialisasi Program Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK). Saya pun memenuhi permintaannya dan sesampainya di Baileo saya bertemu dengan Usman dari tim program USAID APIK untuk Negeri Ihamahu dan Negeri Siri Sori Islam. Kami pun banyak berdiskusi tentang bencana dan perubahan iklim serta cuaca.

Saya sangat tertarik dengan topik ini mengingat saya merupakan salah satu penggerak program Siri Sori Islam bebas sampah. Program saya berhubungan erat dengan program USAID APIK ini dan saya juga tertarik bagaimana cara kami membangun ketangguhan di Negeri kami. Karena itulah saya mengajukan diri untuk bergabung dalam kelompok kerja yang akan menilai ketangguhan Negeri bersama dengan beberapa orang lainnya Moh. Taib Wattiheluw, Nurul Hidayah Wattiheluw, dan Abdull Majid Patty. Mereka adalah pemuda-pemuda yang juga bersemangat dalam program bebas sampah. Beberapa kegiatan seperti Sosialisasi dan Gerakan Siri Sori Islam Bebas Sampah kami laksanakan bersama para pemangku kepentingan.

Kami pun diutus oleh Pemerintah Negeri untuk mengikuti Pelatihan Fasilitator dan Notulen oleh tim USAID APIK di Ambon pada pertengahan Maret. Selama pelatihan yang kami ikuti bersama rekan-rekan USAID APIK, kami juga banyak bertemu dengan teman-teman baru yang datang mewakili Negerinya. Banyak cerita pengalaman dan saling berbagi antar Negeri; misalnya cerita dari teman-teman dari Negeri Ameth yang pernah mengalami gempa bumi yang cukup memprihatinkan. Ada pula cerita dari teman-teman Negeri Wassu tentang kondisi laut mereka yang rentan gelombang tinggi hingga masyarakatnya terisolasi tidak bisa kemana-mana.

Kegiatan yang kami jalani berjalan lancar. Kami berharap dengan keikutsertaan kami bersama program USAID APIK ini bisa menjadi manfaat bagi kami dan orang-orang di Negeri kami dan bisa menjadi sarana edukasi bagi kami tentang kehidupan. Selain itu semoga bersama program USAID APIK bisa melatih kami agar menjadi pribadi yang peduli terhadap alam dan segala isinya. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan, kami mempersiapkan pelaksanaan Lokakarya Penilaian Ketangguhan di Negeri Kami bersama masyarakat setempat.

Oleh: Mohammad Sauky Saimima - Ketua Kelompok Masyarakat Membangun Ketangguhan