"Mama Sampah", Pahlawan Lingkungan untuk Ketangguhan Maluku

Pengantar Redaksi: 

Hari ini 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Program USAID APIK mencoba melihat profil mereka yang terlibat dalam kegiatan USAID APIK, pahlawan-pahlawan yang setiap hari bekerja dan hadir di tengah masyarakat dan bersama kami bekerja untuk meningkatkan ketangguhan. Inilah profil pahlawan lingkungan untuk ketangguhan. Selamat Hari Pahlawan! 


Martha Christina Tiahahu adalah seorang perempuan perkasa dari Nusalaut. Dialah pahlawan perempuan yang tangguh dan gigih berjuang mengusir penjajah pada masanya. Sekarang, tokoh Martha telah berganti dengan pahlawan modern yang meski tidak berjuang melawan penjajah tapi beraksi dan berbuat untuk masyarakat. Adalah Irene Mindelwill Sohilait atau yang lebih akrab disapa Inge. Hidupnya didedikasikan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Bekerja sebagai Kepala Unit Pelaksana  Teknis Dinas Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon sekaligus aktivis Green Moluccas-organisasi lingkungan yang bekerja untuk membuat Maluku lebih hijau, bersih, dan sehat, Inge tidak pernah lelah mengkampanyekan gaya hidup bebas sampah serta turun langsung melakukan aksi konservasi. Menanam bakau, menanam pohon, membersihkan Teluk Ambon dari sampah, dan segudang inisiatif lainnya ia lakukan untuk mengedukasi masyarakat dan mewujudkan Kota Ambon yang bebas sampah. 

Mama Sampah 2.jpg
Tidak hanya di darat, Inge juga peduli dengan ekosistem di pesisir. Hutan bakau sangat penting untuk Provinsi Maluku yang terdiri  dari kepulauan dan pesisir yang rentan terkena abrasi.
Copyright: dokumen pribadi Irene

Tidak hanya di Kota Ambon, Inge juga bekerja mengedukasi tentang sampah dan lingkungan kepada masyarakat di kabupaten lainnya di Maluku. Ia tak pernah lelah dan tak pernah mengeluh untuk melakukan tugasnya. Nona Ambon manis kelahiran 37 tahun lalu ini sangat mencintai pekerjaannya. Di manapun dia berada dan dalam tugas yang berbeda-beda pun ia tetap menyempatkan diri untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaah sampah. Ia bergelut di dunia persampahan sejak tahun 2006 saat menjadi fasilitator teknis untuk program United Nations for Development Programme di Kota Ambon.

Inge adalah pahlawan masa kini untuk jujaro (pemudi) dan mungare (pemuda) Maluku untuk tetap melestarikan lingkungan demi anak cucu nantinya. Ia membuat sekolah alam khusus untuk anak-anak pemulung di sekitar Instalasi Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) Kota Ambon. Ia membangun jejaring dengan Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), hingga pihak swasta untuk mendukung gerakan Kota Ambon bebas sampah. Banyak terobosan yang telah ia lakukan, salah satunya adalah Green Santa. Ketika bulan Desember tiba, tradisi Sinterklas atau Santa yang mengunjungi dan menasihati anak–anak serta memberikan kado dimodifikasi oleh Inge. Adalah Green Santa yang datang mengunjungi anak-anak sambil mengedukasikan tentang lingkungan. Tak hanya di darat saja, ia juga berupaya mendapatkan sertifikasi menyelam agar dapat mengangkat sampah plastik dari perairan Teluk Ambon. Kerja keras dan semangatnya mengantarkan dia mewakili Kota Ambon ke Istana Presiden untuk menerima Piala Adipura pada tahun 2013 dan 2017.

Mama Sampah dan Green Santa_0.jpg
Green Santa yang bersiap-siap berkeliling untuk menyebarkan pesan lingkungan di Kota Ambon.
Copyright: dokumen pribadi Irene

Bersama dengan program USAID APIK, Inge terlibat menjadi anggota Forum Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana (API PRB) Kota Ambon dan memfasilitasi penilaian ketangguhan Kota Ambon. Pengalaman dan dedikasi tinggi Inge tentunya sangat bermanfaat dalam upaya peningkatan ketangguhan Kota Ambon. Dengan pengetahuan akan seluk beluk permasalahan lingkungan di Kota Ambon, Inge banyak berkontribusi dalam proses penyusunan kajian serta perumusan program-program aksi adaptasi yang akan dikerjakan oleh Forum API PRB dan didukung oleh USAID APIK. Program USAID APIK bangga dapat bekerja sama dengan para pahlawan masa kini yang berkomitmen untuk bersama-sama membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan iklim. Salut untuk parah pahlawan masa kini! 


Ditulis oleh: Desi Patty - Spesialis Tata Kelola Adaptasi Perubahan Iklim Regional Maluku