Sekolah Lapang Iklim Pertanian Untuk Penyuluh Lebih Siap di Lapangan

SULTRAKINI.COM,KENDARI- United States Agency for International Development Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (USAID-APIK) dan Badan Meteorologi dan Geofisika Sulawesi Tenggara (Sultra), menggandeng Dinas Pertanian dan Dinas Pertanian Konawe Selatan untuk mengadakan pelatihan sekolah lapang iklim pertanian.

Pelatihan bertujuan untuk peningkatkan pemahaman para penyuluh pertanian. Serta penyuluh lapang pengamat organisme pengganggu tanaman dan beberapa dinas pertanian, terkait iklim dan cuaca sebelum ditugaskan menemui petani.

“Jadi kecamatan yang memiliki sektor pertanian terutama petani pangan lahan basah, seperti padi, jagung dan kedelai itu sangat membutuhkan informasi musim yang cukup intens, karena kebutuhan petani berkaitan dengan pasokan air,” jelas Climate Information Services Advisor APIK, Mohammad Fadli, Selasa (18/04/2017).

Informasi yang didapatkan para penyuluh nantinya, disampaikan ke petani tentang macam-macam iklim. Misalnya sawah tanpa irigasi tentu sangat bergantung dengan kondisi curah hujan. Sehingga para petani perlu mengetahui penyesuaian musim dan jenis tanaman untuk menanam.

“Contoh di 2015, petani Konsel (Konawe Selatan) banyak mengalami puso atau gagal panen, karena para petani mengalami elnino. Sebenarnya kondisi tersebut bisa diantsipasi kalau para petani bisa menebak musim ini seperti apa. Padahal 2015 itu BMKG sudah menyampaikan akan terjadi elnino, namun informasi tidak tersampaikan kepada para petani, itulah fungsinya para penyuluh,” terang Fadli.

Pihaknya berharap, hasil dari sekolah lapang dari 15 orang perwakilan Kota Kendari dan 15 orang Perwakilan Konsel dapat menambah pengetahuan para penyuluh terhadap literasi iklim guna kesiapan mereka memenuhi tugas lapangan.

Laporan: Nova Aliza


Diambil dari situs berita Sultrakini.