Penggunaan ICI di Nelayan Masih Rendah

Malang (beritajatim.com) - USAID APIK (Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan) bersama BMKG menggelar Program Sekolah Lapang Iklim Nelayan Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti beberapa wilayah Kota/Kabupaten yang masuk di kawasan pesisir.

"APIK melakukan serangkaian kegiatan penilaian terhadap pemanfaatan layanan informasi cuaca dan iklim (ICI) di Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Maluku. Dari penilaian tersebut ditemukan bahwa di ketiga wilayah APIK, tingkat penggunaan layanan ICI di kalangan masyarakat masih sangat rendah," kata Ardanti Sutarto, regional manager USAID APIK Jawa Timur, Rabu (3/5/2017).

Sekolah Lapang Iklim nelayan diharapkan mampu menyebar luaskan produk BMKG yang didedikasikan untuk membantu masyarakat dalam mengambil keputusan dalam aktivitas sehari-hari termasuk ramalan cuaca harian, informasi cuaca maritim (tinggi gelombang, angin, arus), dan prediksi curah hujan musiman, bulanan, hingga informasi variabilitas iklim.

"Idealnya, semua produk tersebut dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan. Namun kondisi di lapangan informasi tersebut belum dapat diserap secara maksimal oleh masyarakat pada umumnya dan masyarakat pesisir pada khususnya," paparnya.

Hasil analisa APIK, informasi yang diberikan BMKG melalui website, aplikasi, hingga informasi langsung ke masyarakat belum berjalan maksimal. Penyebab utamanya adalah masih rendahnya pemahaman manfaat layanan ICI di tingkat masyarakat, masih belum optimalnya proses diseminasi dari pemerintah daerah ke masyarakat, dan keterbatasan akses informasi.

"Untuk masyarakat pesisir yang sebagian besar penghidupannya bergantung pada aktivitas nelayan dan budidaya, perubahan iklim juga berdampak pada aktivitas operasional mereka seperti sempitnya jadwal melaut akibat gelombang tinggi, menurunnya kualitas produksi tambak," ujarnya.

Ardanti menyebut biasanya para nelayan mengandalkan ilmu tradisional untuk pergi melaut dengan cara melihat rasi bintang. Menurutnya hal itu berdampak pada hasil laut, semakin cuaca ekstrim semakin sedikit hasil tangkapan ikan.

"Makanya kami mengundang para penyuluh, mulai dari perikanan, nelayan hingga dinas-dinas agar nantinya disampaikan kepada nelayan bahwa pentingnya mengetahui cuaca sebelum melaut. Agar tahu kemana arah melaut mencari ikan," tandasnya. [luc/suf]


Diambil dari: Berita Jatim